Harga sebuah keajaiban Rp. 99.000,-

Arif, seorang anak yg masih duduk di bangku TK. Arif tinggal di sebuah PERUMNAS sederhana bersama Ayah, Ibu dan seorang kakak perempuan yg duduk di kelas V SD. Ayah Arif bekerja sebagai tukang ojek di depan Pasar, sedangkan Ibunya menjaga warung yang tidak begitu besar di rumahnya.

Alkisah Kakak Arif sudah beberapa bulan ini keluar masuk RS, dengan keluhan sering pusing bahkan sampai pingsan. Sudah cukup besar biaya yang Ayah Ibu keluarkan untuk kesembuhan kakak Arif. Tepat saat tabungan Orangtua Arif sudah habis, mereka mendapat kepastian dari RS bahwa Kakak Arif menderita Tumor di otaknya. Dan harus segera di operasi. Tentu saja biaya operasi tidaklah murah. Sedangkan Orangtua Arif sudah tiada tabungan maupun hartabenda yg bisa dijual untuk biaya Operasi kakak Arif.

Pada suatu malam,
"Bagaimana ini Bu .... ?", tanya Ayah kepada Istrinya.
"Ya bagaimana lagi ..... anak kita memang harus segera di operasi .... namun kita tak mampu membayar biayanya.". Jawab Istrinya pelan.
"Baiklah mari kita berdo'a .... semua kita serahkan kepada Yang Gawe Urip saja", balas Ayah dengan pasrah.
"Hanya ke ajaiban yang bisa menyembuhkan anak kita", Gumam Ibunya Arif.

Dari balik selimutnya Arif mendengar semua pembicaraan kedua Orangtuanya. Arif sangat menyayangi kakaknya, dia tampak sedih mendengar apa yang Orangtua bicarakan mengenai sakit kakaknya, namun sekejap kemudian Arif tersenyum dan tertidur pulas.
Keesokan harinya sepulang sekolah Arif langsung berlari ke Kamarnya. Arif mengambil celengan kaleng yang berisi uang receh sisa uang jajannya yang setiap hari Arif sisihkan. Dengan hati-hati Arif mengeluarkan semua uang tabungannya, dan dengan cermat ia menghitungnya. Semuanya ada 99 ribu rupiah. Lalu Arif berlari ke Apotek yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sesampai di Apotek yang kebetulan agak sepi hanya ada satu pengunjung yang sedang berbincang dengan petugas jaga Apotek itu. Arif diam di depan etalase Apotek, dia menunggu petugas itu selesai berbicara dengan seorang pengunjung. Cukup lama Arif menunggu, lalu Arif dengan uang koin yang dibawanya mengetuk-ngetuk kaca etalase untuk mencari perhatian. Akhirnya petugas jaga apotek itupun menoleh ke Arif dan menegurnya.

"Ada apa Dik... ?..... ini saya sedang bicara dengan saudara saya dari Jakarta." tegur petugas Apotek itu.
"Ini Tante..... ini juga tentang saudara saya.... tentang Kakak saya yang sedang sakit." jawab Arif.
"Dan saya ingin membeli keajaiban untuk mengobati sakit Kakak saya agar bisa sembuh...." Lanjut Arif.
"Maaf adik kecil..... kami tidak menjual keajaiban .... sekali lagi maaf kami tidak bisa membantu." kata petugas Apotek itu dengan nada agak kesal.
"Tapi saya punya uang ..... dan saya mampu membayar keajaiban itu untuk mengobati kakak saya."

Lalu, laki-laki saudara petugas apotek yang tadi ngobrol tiba-tiba mendekati Arif. Sambil membungkukkan badannya Ia bertanya kepada Arif. "Keajaiban macam apakah yang diperlukan untuk kesembuhan kakakmu ...?" tanyanya.
"Saya tidak tahu ...." Jawab Arif dengan mata yang berkaca-kaca. "Saya hanya tahu kakak saya sakit parah, Ayah bilang kakak harus dioperasi, tetapi ayah tak punya uang untuk membayar operasi itu. Dan Ibuku bilang bahwa hanya keajaiban yang bisa menyembuhkan kakakku. Jadi saya mengambil seluruh uang tabunganku untuk membeli keajaiban itu"
"Berapa banyak uang tabungan yang kamu miliki ?"
"Ini semua ada Rp. 99.000,-" Sambil Arif menyodorkan uangnya yang dia bungkus dengan kantong plastik.
"Ah ....kebetulan sekali itu harga yang pas untuk seuah keajaiban". Laki-laki itu menerima uang dari arif, lalu menggandeng tangan Arif sambil berkata.
"Baiklah ayuk tunjukkan dimana rumahmu, aku ingin tahu dan melihat kakakmu serta bertemu dengan kedua orangtuamu, agar segera kita ketahui keajaiban macam apa yang kakakmu butuhkan".

Ternyata laki-laki itu seorang Dokter Spesial bedah syaraf dari jakarta yang baru pindah tugas di salah satu Rumah Sakit di Jogja. Operasi kakak Arif pun segera dijalankan. Dan semua biaya, Dokter itu yang menanggungnya. Operasi berjalan lancar,dan beberapa hari kemudian Kakak Arif sudah diperbolehkan pulang. Orangtua Arif menghadap Dokter yang mengoperasi untuk minta surat pengantar pulang.
"Terimakasih dokter... berkat Dokter anak kami bisa tertolong" kata Ibu Arif
"Iya sama-sama ... saya hanya menjalankan tugas saja"
"Ini betul-betul suatu keajaiban ........ lalu berapa semua biayanya Dok ?" tanya Ayah Arif.
"Keajaiban ini seharga Rp. 99.000,- ditambah rasa Cinta dan Kasih Sayang yang tulus. Dan semua sudah dibayar dengan uang tabungan Arif." Kemudian Dokter itu bercerita awal mula ia bertemu Arif.

Ayah dan Ibu Arif hanya bisa menangis mendengar cerita dokter itu. Mereka memeluk erat Arif.

Note : Ternyata Cinta, dan Kasih Sayang yang tulus mampu menciptakan suatu keajaiban yang luar biasa. Semoga bermanfaat.

Surya Hidayatullah Al-Mataromi :  http://cerminrefleksi.blogspot.com/ 




Silahkan mengutip dan/atau mempublikasikan sebagian atau seluruh artikel di Blog ini dengan menyebut sumber-nya. terimakasih.

Cerita Inspirasi Lainnya :
  1. Liburan Sang Anak
  2. Maybe No.... Maybe Yes.....
  3. Sang Waiterboy
  4. Apa yang Kita Cari Selama ini ?
  5. Sudut Pandang (Persepsi)
  6. Sebar Kebaikan Raih Kemenangan
  7. Tergantung Bagaimana Kita men"sikapi"nya
  8. Rumah Berdinding Emas
  9. Keikhlasan dan Kepercayaan
  10. Tanteku Yang Cantik
  11. Cinta Suami Kepada Istri
  12. Kisah Cinta Sejati Suami Istri
  13. Sariku Sayang..... SAriku Malang....
  14. Nuraini si Malaikat Kecil 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar