
“The more you express gratitude for what you have, the more you will have to express gratitude for”. (Semakin Anda mengungkapkan rasa syukur atas semua yang Anda miliki, Anda harus merasa lebih bersyukur.) [Zig Ziglar]
“Syukur is something easy for say, easy for explain, but difficult for to do.” (Syukur adalah sesuatu yang mudah untuk di katakan, mudah untuk dijelaskan, tetapi tidak mudah untuk dilakukan.) [Lupa kata-kata siapa ini]
Tiga kutipan dari bangsa liberal, bangsa modern bangsa yang kita katakan bangsa maju, bangsa yang sadar atau tidak sadar menjadi acuan kita dalam meraih kemajuan. Sengaja itu saya kutip untuk mengingatkan kita bahwa mereka bisa maju karena kekuatan syukur juga.

Pertama, adalah tingkatan ‘bersyukur’ yang paling rendah yaitu mereka yang mengingkari nikmat-nikmat yang telah Tuhan anugrahkan. Lumayan banyak juga orang-orang yang termasuk dalam tingkatan ini, yakni orang-orang ‘kufur’ yang mengingkari nikmat-nikmat yang telah Tuhan anugerahkan.
Kedua, adalah tingkatan orang-orang yang telah mengekspresikan rasa syukurnya dengan lisan atau ucapan. Pada tingkatan ini orang sering mengucapkan terima kasih atau syukur, meskipun sebatas hanya ‘lips service’. Syukur yang hanya di ucapkan, bukan syukur yang mendalam sampai ke qolbu. Bahkan kadang mengucap syukur tapi masih juga mengeluh. Misalkan, Syukur Alhamdulillah…. Puji Tuhan saya masih diberi rejeki hari ini, meskipun hanya sedikit dan hanya cukup untuk sekedar makan sehari ini saja.
Ketiga, adalah kelompok orang-orang yang bersyukur hanya dan hanya jika dia memperoleh kenikmatan. Dan dia akan mengeluh, mengumpat, komplain jika mendapat sedikit cobaan. Orang-orang pada tingkatan ini akan sering mengadakan acara syukuran jika dia memperoleh kenikmatan, anak lulus ujian, naik pangkat atau dapat promosi dan sebagainya.
Keempat, adalah kelompok orang yang mampu bersyukur saat mendapat musibah. Dan tentu saja orang-orang ini akan lebih bersyukur jika mendapat nikmat. Orang-orang dalam kelompok ini selalu dapat mengambil hikmat dari suatu peristiwa yang di alami. Dan selalu akan bersyukur apapun yang dia peroleh. Kesuksesan atau kegagalan selalu saja disyukuri.
Kelima, adalah orang yang sudah mampu bersyukur secara total. Kelompok ini adalah orang-orang yang mampu bersyukur karena ke-ridha-an diri terhadap apa yang terjadi atau apa yang tidak terjadi, ridha terhadap apa yang diterima dan apa yang tidak diterima, ridha atas apa yang menimpa dirinya atau atas apa yang tidak menimpa dirinya. Orang-orang dalam kelompok ini adalah orang-orang yang mampu bersyukur apa adanya tanpa memerlukan alasan untuk bersyukur. Inilah hakikat dari syukur. Orang-orang dalam kelompok ini bukan lagi sekedar bersyukur atau melakukan syukur (doing grateful) namun mereka adalah kelompok orang-orang yang telah menjadi bersyukur (being grateful). Inilah sebenar-benarnya syukur. Syukur bukanlah ‘melakukan’ tetapi ‘menjadi’.

Banyak metode-metode praktis untuk latihan bersyukur. Jika sahabat berminat untuk mengetahui bagaimana latihan bersyukur dan saya masih diberi kesempatan oleh YME, Insya Allah pada kesempatan mendatang kita bahas mengenai cara-cara praktis latihan bersyukur. Terima kasih semoga bermanfaat.
Semoga bermanfaat.
Surya Hidayatullah Al-Mataromi : http://cerminrefleksi.blogspot.com/
Silahkan mengutip dan/atau mempublikasikan sebagian atau seluruh artikel di Blog ini dengan menyebut sumber-nya. terimakasih.
Artikel Terkait :
- Kekuatan Syukur
- Arti Kata Syukur
- Kenapa Kita Harus Bersyukur (?)
- Takdir Tuhan Bag. 1
- Takdir Tuhan Bag. 2
- Takdir Tuhan Bag. 3
- Takdir Tuhan Bag. 4
- Takdir Tuhan Bag. 5
- Takdir Tuhan Bag. 6
- Apakah QOLBU itu ? Hati, Jantung atau Otak ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar