Seperti telah kita bahas pada kesempatan terdahulu mengenai apa arti syukur dan telah kita bahas pula mengenai apa manfaat syukur bagi peningkatan kualitas hidup dan kehidupan kita. Mungkin kita masih menyimpan pertanyaan kenapa sih kita harus bersyukur ?. Sebenarnya ada banyak alasan kenapa kita harus bersyukur, bahkan tiada terhingga jika kita mau menghitung alasan yang ada untuk kita dapat dan harus bersykur. Tetapi justru di benak saya muncul pertanyaan, kenapa ya kita perlu alasan untuk segala sesuatu termasuk juga untuk bersyukur ?. Tidak bisakah kita bersyukur saja tak perlu memusingkan alasannya. Tapi inilah kita sebagai makhluk yang katanya berakal.
Tapi baiklah kita mencoba untuk memuaskan kebutuhan ‘akal’ kita untuk menemukan alasan kenapa kita harus bersyukur. Kita coba tengok sejenak beberapa kutipan dari Kitab Suci di bawah ini :
QS Al-Baqarah [2]: 152, Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Tesalonika. 5:18, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Kutipan Kitab Suci (Islam dan Kristen) di atas kiranya sudah lebih dari cukup untuk sekedar memuaskan kebutuhan ‘akal’ kita akan alasan kenapa kita harus bersyukur. Ya… karena bersyukur memang yang dikehendaki dan diperintahkan Tuhan, jadi bersyukurlah kita karena memang itu kehendak dan perintah Tuhan. Kalaupun karena ‘akal’ kita, masih muncul juga keraguan kenapa kita diperintahkan Tuhan untuk bersyukur ? mungkin alasan yang paling ‘masuk akal’ bagi ‘akal’ kita adalah, kita bersyukur sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan. Dan sebagai manusia yang katanya ‘berakal’ pasti di ‘akal’ kita masih muncul juga tanya, terima kasih untuk apa ? Untuk segala kenikmatan dan anugrah yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita. Anugrah yang mana ? atau anugrah apa yang harus kita syukuri ? Kalau kita hendak menghitung anugrah dan nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada kita niscaya kita tak akan mampu menghitungnya.
QS Ibrahim [14]:34, Seandainya kamu (akan) menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.
Ratapan 3:22-23, Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!.
QS Al-Baqarah [2]: 152, Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Tesalonika. 5:18, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Kutipan Kitab Suci (Islam dan Kristen) di atas kiranya sudah lebih dari cukup untuk sekedar memuaskan kebutuhan ‘akal’ kita akan alasan kenapa kita harus bersyukur. Ya… karena bersyukur memang yang dikehendaki dan diperintahkan Tuhan, jadi bersyukurlah kita karena memang itu kehendak dan perintah Tuhan. Kalaupun karena ‘akal’ kita, masih muncul juga keraguan kenapa kita diperintahkan Tuhan untuk bersyukur ? mungkin alasan yang paling ‘masuk akal’ bagi ‘akal’ kita adalah, kita bersyukur sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan. Dan sebagai manusia yang katanya ‘berakal’ pasti di ‘akal’ kita masih muncul juga tanya, terima kasih untuk apa ? Untuk segala kenikmatan dan anugrah yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita. Anugrah yang mana ? atau anugrah apa yang harus kita syukuri ? Kalau kita hendak menghitung anugrah dan nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada kita niscaya kita tak akan mampu menghitungnya.
QS Ibrahim [14]:34, Seandainya kamu (akan) menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.
Ratapan 3:22-23, Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS [Ibrahim] 14:7)
Janganlah khawatir mengenai apa pun. Dalam segala hal, berdoalah dan ajukanlah permintaanmu kepada Allah. Apa yang kalian perlukan, beritahukanlah itu selalu kepada Allah dengan mengucap syukur. (Filipi:4:6)

Salah satu hukum Alam Semesta adalah Hukum Ketertarikan (Law of Attraction). Inti dari The Law of Attraction adalah Pikiran (terutama Pikiran Bawah Sadar yg memiliki kekuatan 9x lipat dari Pikiran Sadar) akan selalu memancarkan getaran (vibrasi) dari apapun yang ada dalam Pikiran kita. Getaran ini ada yang bersifat Negatif (menghambat) ataupun Positif (mendukung). Getaran Pikiran kita akan dipancarkan ke seluruh Alam Semesta dan akan ber-resonansi dengan kekuatan/getaran Alam Semesta. Sebagai hasil dari resonansi, Alam Semesta akan menjawab getaran yang kita pancarkan dengan frekwensi yang sama namun dengan Getaran yang lebih besar.

Dengan bersyukur membebaskan kita dari kemelekatan terhadap hasil akhir (outcome). Kita tidak bisa terbebas dari suatu kondisi (‘serba ingin sesuatu yang lebih’) secara permanen kecuali kita menghargai setiap momen yang terjadi disana. Seburuk apapun suatu kondisi, selalu ada berkah yang bisa kita ambil. Berkah ini adalah hadiah (gift) dari yang Maha Kuasa. Bersyukur adalah tindakan sadar untuk mengambil hadiah itu, dan Tuhan akan melipat gandakan hadiah yang telah kita ambil dengan bersyukur tersebut.
Semoga bermanfaat.
Surya Hidayatullah Al-Mataromi : http://cerminrefleksi.blogspot.com/
Silahkan mengutip dan/atau mempublikasikan sebagian atau seluruh artikel di Blog ini dengan menyebut sumber-nya. terimakasih.
Artikel Terkait :
- Kekuatan Syukur
- Arti Kata Syukur
- Tingkatan Syukur
- Takdir Tuhan Bag. 1
- Takdir Tuhan Bag. 2
- Takdir Tuhan Bag. 3
- Takdir Tuhan Bag. 4
- Takdir Tuhan Bag. 5
- Takdir Tuhan Bag. 6
- Apakah QOLBU itu ? Hati, Jantung atau Otak ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar